Sejak pemberlakuan pembatasan layanan yang diberlakukan pada 23 Maret 2020, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat akan membuka kembali layanan keimigrasian pada Senin, 15 Juni 2020. Untuk mengawali pelayanan dalam masa kenormalan baru, layanan yang akan dibuka meliputi permohonan paspor WNI, baik permohonan paspor baru maupun penggantian. Untuk pelayanan WNA akan dibuka untuk layanan pemberian Izin Tinggal Terbatas (ITAS) baru, Surat Keterangan Keimigrasian, pendaftaran kewarganegaraan terbatas, dan alih status keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Novianto Sulastono menerangkan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam masa kenormalan baru akan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, sehingga menjamin kesehatan dan kenyamanan bagi pengunjung maupun petugas.

“Dalam melaksanakan pelayanan di masa kenormalan baru, kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan diiringi sarana dan prasarana yang menunjang. Kapasitas pelayanan paspor pun masih dibatasi, yaitu maksimal 50% dari kuota normal. Antrian online sudah dibuka Jumat 12 Juni 2020 lalu melalui Aplikasi Layanan Paspor Online atau APAPO”, ujar Novianto.

Kantor Imigrasi Jakarta Barat sudah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang dalam masa kenormalan baru, seperti sarana cuci tangan di beberapa titik, handsanitizer, serta bangku di ruang pelayanan yang diberi penanda jarak aman. Petugas juga akan dibekali alat pelindung diri seperti masker, face shield, dan pembatas transparan antara petugas dan pemohon layanan keimigrasian di booth pelayanan.

“Sebelum memasuki ruang pelayanan, pengunjung dan petugas wajib memakai masker dan melakukan pengukuran suhu tubuh, serta mencuci tangan dan menjaga jarak. Bila tidak memakai masker dan atau suhu tubuh melebihi 37,5°C, maka dilarang memasuki ruang pelayanan,” imbuh Novianto.

Pemohon layanan keimigrasian juga diimbau untuk menyiapkan alat tulis sendiri dari rumah. Untuk permohonan paspor, pemohon diarahkan untuk memilih pengiriman melalui Pos Indonesia untuk paspor yang sudah selesai. SMS pemeritahuan akan dikirimkan ke nomer pemohon jika paspor tersebut sudah selesai dan siap untuk diambil

“Layanan keimigrasian sudah siap kami layani, namun imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak mendesak masih diberlakukan. Oleh karena itu, tetap batasi aktivitas di luar rumah dan mari lakukan protokol kesehatan untuk Indonesia sehat. Kami berharap bisa terus memberikan layanan terbaik untuk masyarakat,” pungkas Novianto.